M MUFLIKHUN THE LIVING UNIVERSE VIBRI ↗
Cover buku Di Antara Dua Hukum karya Muflikhun
Pustaka Momentum
Segera Terbit

Di Antara Dua Hukum

Mencari Kepastian Syariat di Tengah Konflik Ijtihad

Tentang Buku

IDE YANG DIBAWA.

Di Antara Dua Hukum memperkenalkan Metode Telusur Hukum (MTH) untuk menilai konflik hasil ijtihad secara terlacak. Buku ini memisahkan sumber, interpretasi, inferensi, dan konsekuensi; mengaudit kekuatan bukti dan tingkat kepastian; serta memberi ruang bagi tarjih, perincian, keragaman yang sah, temuan ketiga, atau tawaqquf ketika bukti belum cukup. Buku ini bukan mazhab baru dan tidak memberi pembaca kewenangan membuat hukum sendiri.

Apa yang Dibahas

LIMA PINTU PEMBAHASAN.

Konflik Hukum Ijtihadi yang Saling Meniadakan

Membaca keadaan ketika dua hasil ijtihad yang sama-sama mu‘tabar memberi predikat hukum berbeda pada subjek dan kondisi yang sama.

Sumber, Interpretasi, Inferensi, dan Konsekuensi

Membongkar konflik hukum menjadi lapisan yang dapat diperiksa sehingga dalil, pemaknaan, jalan penalaran, dan akibat hukum tidak tercampur.

Lima Pilar dan 5K dalam Audit Hukum

Menggunakan Lima Pilar untuk menjaga kualitas pelaku dan 5K untuk menata proses pembacaan tanpa menjadikannya dalil atau sumber syariat.

Lima Kemungkinan Keluaran MTH

Membedakan kemungkinan tarjih, tafsil, tanawwu‘, temuan ketiga, dan tawaqquf sesuai kekuatan bukti yang benar-benar tersedia.

Ruang Uji Wajib, Dosa, Sah, dan Batal

Menerapkan MTH pada konflik wajib–tidak wajib, dosa–tidak berdosa, dan sah–batal agar kesimpulan tidak ditentukan oleh kekerasan bahasa, kemudahan, atau identitas kelompok.

Quote Pilihan

DARI DALAM BUKU.

“Menemukan pendapat yang lebih rajih tidak otomatis memberi seseorang kewenangan mengubah status orang lain.”

Bab 34 — Kepastian Pribadi dan Status Hukum Publik