Memulai dari fenomena yang dapat diperiksa bersama tanpa memakai Tuhan, wahyu, agama, atau institusi keagamaan sebagai premis.
Apakah Tuhan Ada?
Menelusuri Jejak Keberadaan-Nya dalam Realitas
IDE YANG DIBAWA.
Apakah Tuhan Ada? menerapkan Metode Jejak Konvergen (MJK), metode pembuktian teistik yang memulai pemeriksaan dari realitas bersama. Mekanisme natural diberi ruang terlebih dahulu, rival diuji dalam bentuk yang kuat, evidence negatif diperhitungkan, dan hanya jejak yang bertahan yang boleh dikonvergensikan. Putusan buku dibatasi pada profil teistik minimum yang berhasil ditopang; wahyu, nabi, kitab, agama, mazhab, dan institusi tetap berada di luar kesimpulan otomatis.
LIMA PINTU PEMBAHASAN.
Memberi mekanisme natural terbaik kesempatan pertama; bila mekanisme telah menutup target yang diuji, kandidat jejak tidak boleh dipaksa melanjutkan.
Menguji kandidat jejak terhadap rival naturalistik maupun non-teistik, evidence negatif, batas daya bukti, serta audit penalaran sebelum kandidat dipertahankan.
Memisahkan jalur Foundation dari jalur Mind/Agency, mengaudit independensi evidence, lalu mempertemukan jejak yang benar-benar bertahan tanpa menghitung ulang bukti yang sama.
Membangun profil teistik hanya sejauh bridge positif mendukungnya dan tidak melompat otomatis kepada seluruh sifat teologi klasik, wahyu, nabi, kitab, agama, mazhab, atau institusi.
DARI DALAM BUKU.
“Hubungan antar-lapisan harus dibuktikan; tidak boleh dianggap otomatis.”
Bab 1 — Sebelum Agama: Apa yang Sebenarnya Kita Tanyakan?